Update Berita:
Tampilkan postingan dengan label Anis Matta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anis Matta. Tampilkan semua postingan

PKS Dukung Larangan Rangkap Jabatan Diatur Undang-Undang

Partai Keadilan Sejahtera punya tradisi melepas jabatan di partai ketika kadernya menduduki posisi di eksekutif. PKS sepakat larangan presiden dan wapres rangkap jabatan dimasukkan dalam UU Pemilihan Presiden yang baru.

"Saya menyarankan sebaiknya ada dimasukkan ke dalam UU Pilpres. Supaya dengan begitu memberikan semacam basis legitimasi bahwa jabatan presiden, jabatan yang terlalu besar yang sebenarnya tidak perlu dirangkap-rangkap," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PKS Anis Matta di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/5).

Menurut Anis Matta, skala pekerjaan di eksekutif dan parpol sama besarnya. Memimpin partai sama dengan memimpin negara. Karena itu, kader PKS yang mendapat jabatan di eksekutif akan melepas posisinya di partai.

"Kinerja perorangan tidak lagi dilihat dalam sistem demokrasi. Kinerja perorangan tidak lagi dilihat pada berapa jabatan yang dia miliki. Tapi seperti apa kinerjanya dalam setiap jabatan yang dia duduki," terang Anis lagi.
___________

PKS Ingin Koalisi Kecil Demi Efektivitas Pemerintahan

Koalisi kecil setelah Pemilu 2014 dinilai lebih efektif dibandingkan menjalin koalisi besar seperti yang terjadi saat ini di Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, sudah saatnya membentuk koalisi kecil demi sistem pemerintahan yang efektif. Dia menjelaskan,jika koalisinya tidak terlalu besar,pemerintahan akan berjalan lebih efektif. “Hal itu bisa diwujudkan melalui presidential threshold yang moderat. Saya kira presidential threshold yang besarannya sama dengan parliamentary threshold(PT) akan moderat.Ini agar kita kembali ke filosofi awal bahwa dalam masa transisi dan regenerasi kepemimpinan nasional, perlu insentif konstitusi bagi calon-calon presiden,” katanya di Jakarta kemarin.

Anis menyatakan,semua pihak perlu mendorong partai politik menengah untuk mengajukan calon-calon presidennya. Menurut dia, presidential threshold yang besarannya disamakan dengan PT juga memiliki kegunaan lain.Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan capres dan semua pihak tidak perlu lagi melakukan politik dagang sapi dengan koalisi seperti sekarang ini.

Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edi mengemukakan,ada tiga pertimbangan yang dipegang partainya soal presidential threshold. Pertama, sebenarnya rakyatmemilikihakuntukmemilih pemimpinnya dengan jumlah yang memadai.Kedua, pilpres yang akan datang harus bisa mengakomodasi kesederhanaan dalam demokrasi.Ketiga, pilpres harus mempertimbangkan jalannya pemerintahan. “Jadi,berbicara presidential threshold, titik ideal ada di tengah adalah 3,5–20% suara nasional meskipun idealnya 15%. Kalau 15%,saya kira akan muncul empat calon. Itu bisa menyederhanakan,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengungkapkan, jika presidential threshold besarannya 20%, tidak akan ada banyak calon.Sementara ada gejala tidak sehat di mana mereka yang sudah tiga kali ikut pilpres akan kembali maju pada 2014.

“Jadi sebaiknya angka presidential threshold dikembalikan seperti pada Pilpres 2004.Partai yang lolos PT boleh mencalonkan capres. Kalau dikatakan memperbanyak capres, buktinya Pilpres 2004 hanya ada lima calon,”pungkas dia.
 ______________

Anis Matta: Berpihak Pada Rakyat Lebih Penting Dibanding Koalisi

Partai Keadilan Sejahtera (PK) menilai keputusan Setgab mengeluarkan partai berlambang bulan sabit kembar ini belumlah resmi. PKS masih menunggu peryataan resmi Ketua Setgab, SBY, untuk memastikan apakah benar partainya dikeluarkan dari koalisi.

"Kami anggap belum resmi. Bahwa ada pembicaraan, itu terserah. Kami tidak ingin memberikan sikap resmi sampai ada putusan resmi juga," kata Sekjen PKS, Muhammad Anis Matta, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2012).

Anis mengaku hingga hari ini belum ada pembicaraan via telepon atau pertemuan antara PKS dengan Presiden SBY. PKS mengaku sudah memikirkan segala resiko dari sikap mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Bagi kami, indentitas keberpihakan kepada rakyat jauh lebih penting. Jauh lebih penting dari semuanya. Menurut saya, kecelakaan besar yang dilakukan karena kita selalu mendahulukan kepentingan politik daripada kepentingan rakyat," imbuhnya.

PKS menilai rencana pemerintah menaikan harga BBM tidak berpihak kepada rakyat. Persoalan harga BBM lantaran dipicu kenaikan harga minyak dunia di pemerintahan SBY sudah terjadi selama tujuh tahun.

"Itu persoalan permanen. Jadi, dalam kebijakan saat ini PKS melihat pemerintah tidak berpihak pada rakyat. Itu sebabnya kita berseberangan dengan pemerintah. Bagi kami tujuan koalisi lebih kepentingan rakyat," ungkap wakil ketua DPR ini.

PKS, siap dengan resiko di keluarkan dari koalisi. Soal ketidaknyamanan anggota koalisi dengan sikap PKS, menurut Anis, itu bisa dihindari demi negara.

"Kalau kita mengelola negara, kita harus jauhkan rasa seperti itu. Suka tidak suka, nyaman dan tidak nyaman, kita jangan jadi bangsa yang melow," tutupnya.
_______________
Sumber: Detiknews

Anis Matta: Targetkan 3 Besar, PKS Harus Lebih Gaul

Sekjen PKS Anis Matta mengimbau kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar lebih gaul dan percaya diri. Berbagai cara ditempuh PKS untuk mengejar target mencapai 3 besar dalam pemilu 2014.

"Kader PKS harus lebih gaul dan percaya diri. Kalau PKS mau masuk tiga besar, itu syaratnya. Karena mesin politik harus lebih bagus, ruang lingkup juga harus menjangkau masyarakat luas," kata Anis kepada detikcom, Minggu (11/3/2012).

Anis berharap kader PKS juga terus meyakinkan masyarakat. Agar ruang lingkup pemilih PKS makin besar.

"Tidak boleh ada sekat agama, ideologi, ataupun etnis. Kader PKS harus merespon masyarakat dengan berbagai latar belakang," imbau Anis.

Dengan pendekatan yang lebih baik, diharapkan mampu mendongkrak perolehan suara PKS di pemilu 2014. "Untuk itu harus lebih terbuka, lebih gaul dan ramah kepada masyarakat," tandasnya.
_________
Sumber: [detik.com]

Tegas dan Lugas, PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

RMOL. Partai Keadilan Sijahterah (PKS) tetap menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

"Fraksi PKS bertahan pada penolakan. Ini masalah manajeman fisikal saja. Jangan sekarang mau dialihkan kepada masyarakat," Sekjen DPP PKS Anis Matta kepada wartawan di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (29/2).

Menurut Anis, masih banyak opsi yang bisa dilakukan pemerintah selain menaikkan BBM. Dia mengusulkan ada 2 hal pilihan yang tepat untuk pemerintah.

Yaitu, pertama hentikan pemborosan yang tidak efektif dan efesien. "DPR saja bisa menghentikan pembangunan gedung," ujarnya.

Kedua, pemerintah menghentikan dan jangan melakukan pembocoran anggaran. "Pemerintah harus menyikapi dengan tegas adanya kebocoran anggaran," tambah Wakil Ketua DPR ini. [zul]

Sumber: RakyatMerdekaOnline

Taujih Anis Matta pada Rakornas PKS Indonesia Timur di Makassar

Taujih ustadz Anis Matta Sekjen PKS pada Rakornas PKS Wilayah Indonesia Timur di Makasar 17 Februari 2012.

Rangkuman taujih ini kami himpun dari twit @pksmakkah selamat menyimak…
  • Kita berkumpul disini untk meyakinkan diri kita bhwa insya Allah kita akan menang.
  • Karena disini kita bersyura, mengumpulkan hati kita & menyusun perencanaan.
  • Ini yg disebut dlm al quran: fa idzaa azamta fa tawakkal alallah! Kita sedang bertekad, ada 600 hati yg ada di sini.
  • Tekad itu energi bagi fikiran untk menjadi tindakan
  • Azam & Tawakkal bersanding, karena keduanya adalah tekad, 1 dari bumi dan 1 dari langit
  • Kenapa Allah menggunakan kata Azam? Krna semua reallitas pd awalnya berawal di alam fikiran
  • Jika kemenangan itu sdh ada dlm hati dan fikiran, maka ia akan mewujud dlm kenyataan
  • Diayat lain Allah menyandingkan azam & sakinah. Sakinah itu kemantapan hati
  • Jd yg pertama ada sebelum kemenangan itu adalah kemantapan hati
  • Jk ada kemantapan dlm hati kita ikhwah sekalian, maka kemenangan itu sdh dekat
  • Jd jika kita ingin mengetahui apakah kita akan menang 2014 nanti, antum bs tahu skrg!
  • Maka peganglah dada antum, dan rasakan adakah kemantapan hati akan kemenangan itu atau tidak!
  • Sebelum badar, kaum muslimin ditidurkan oleh Allah, dan esoknya mereka dipenuhi kemantapan hati!
  • Jika Allah mentakdirkan ssuatu, mk Allah menciptkan sebab2nya
  • Perhatikan sekitar antum, apakah terasa sebab2 kemenangan untuk antum?
  • Karena antum diciptkan untk menjadi saksi2 (litakuunu syuhada) bg manusia!
  • Kita yakin dg cita2 besar itu, krna kita akan menjadi saksi2 atas manusia.
  • Kalau hanya sekedar tujuan electoral, itu persoalan mudah, sebab ilmunya saintifik, semua org bs pakai!
  • Ttapi jk kita melaksanakn takdir kita sbg syahadah alannas, maka kerja2 kita bukan soal angka2
  • Krna itu kerja2 kita hrslah menjadi sesuatu yg dpt di RASA, bukan sekedar dihitung2.
  • Hasil2 dakwah kita adalah sesuatu yg dpt dirasa, ketakutan mnjadi rasa aman, kemarahan mnjdi ketenangan
  • Saat ini kita ibarat mendaki gunung, ke atas masih tampak jauh, tp ke bawah lebih jauh lagi.
  • Saat ini bagi kita tak ada pilihan lain, kita harus maju mencapai puncak!
  • Bnyk org bertanya2, akan spt apa masa depan PKS dg beban ideologi yg diembannya
  • Tp sederhana menjawabnya. Cukup mengajukan pertanyaan: pernahkah Islam itu memimpin dunia?
  • PERNAH!!! Dan oleh karena itu kita meyakini bhwa capaian itu pasti bisa diulangi!
  • Keraguan soal itu hanya menimpa mereka yg menggunakan logika electoral semata. Bhwa judul Islam itu tdk menjual dlm politik
  • Sebab mreka mengalami kegalauan narasi. Bg kita narasi itu jelas, bhwa islam pernah menyatukan agama, pasar & politik
  • Krna narasi itu pernah terwujud dlm realitas, maka sesungguhnya semua itu dpt diwujudkan kembali!
  • Karena itu Allah mengingatkan, janganlah lemah dan janganlah sedih wa antumul a’lawna inkuntum mukminin!
  • Dan kemantapan hati itu dpt dilihat dari sorotan mata antum yg tajam!
  • Mata yg tajam itu akan menembus mata yg mentapanya dan turun ke hatinya.
  • Sekarang antum rasakan, apakah yg dirasakan org lain ketika bertemu antum… Apakah gembira atau malah sedih?
  • Islam ini datang memberikan berita gembira, memberikan harapan!
  • Dan tugas kita adalah menghilangkan kesedihan, rasa takut & kemarahan, itulah sakinah!
  • Jika antum memiliki sakinah, maka tugas kita adalah menghadirkan sakinah bagi masyarakat kita
  • Maka salah satu indikator kemenangan adlah ketika org merasa ada sakinah/harapan ktika dekat dg kita
  • Yg org ingin tahu adalah apa yg akan mereka rasakan ketika dekat dg antum, atau jika PKS menang!
  • Kekuatan utama untk mendptkan follower adlh narrative intelligence, kemampuan menjelaskan
  • Oleh karena itu antum mesti memiliki kemampuan menerjemahkan narasi ini dlm bnyk perspektif
  • Misalnya agenda mainstreaming keluarga, perlu menggunakan kemampuan menerjemahkan yg baik agar org yakin!
  • Jadi ini masalah bagaimana cara kita meyakinkan orang!
  • Jd tdk ada yg salah dg apa yg kita yakini, ttapi cara kita meyakinkan org yg kurang tepat!
  • Milikilah perasaan, bahwa apa yg kita lakukan sejauh ini adalah proses shifty of civilization, peralihan peradaban
  • Bukan hanya kerja2 untuk meraih kursi, itu sesuatu yg sangat kecil. Tp rasakanlah kerja2 itu sbg merakit kerja besar
  • Saat ini ada 2 peradaban yg sedang berganti, yg 1 akan mati dan 1 lg akan bangkit
  • Baik peradaban yg akan mati maupun yg akan bangkit keduanya diawali oleh kekacauan
  • Seperti bayi yg baru lahir menimbulkan tangisan, tangisan itulah kekacauan peradaban yg sedang ingin lahir
  • Kekecauan yg terjadi di timur tengah sebelum jatuhnya para diktator adalah kekacauan yg mengawali lahirnya sbh peradaban
  • Peradaban barat jg sedang mengalami kekacauan, kekacauan menjelang kejatuhan peradaban mereka
  • Krisis Ekonomi barat, hanyalah efek kecil dari sebuah kerusakan yg lbh besar dan dalam, yaitu “penyakit degeneratif”
  • Penyakit Degeneratif, adalah hasil dari sebuah sistem yg salah sjak awalnya, yaitu membunuh kehidupan
  • Mereka membatasi kehidupan & kelahiran, krna mereka meyakini bhwa sumberdaya yg tersedia lbh sedikit dr jmlh manusia
  • Inilah tuduhan mereka yg paling keji thd Allah! Seolah2 Allah tdk teliti menciptakan sumberdaya & manusia tdk seimbang.
  • Padahal Allah yg membagikan rezki kpd setiap ciptaan-Nya, dan Dia pula yg memegang kunci2nya
  • Dulu di masa Nabi, Arab itu sdh memiliki kandungan minyak yg melimpah, ttapi tdk digunakan, krna Allah belum berikan ilmunya
  • Baru sekitar 100 th yg lalu manusia diberi sedikit ilmu ttg minyak, & itu sdh menjadi solusi bg banyk kebutuhan semua manusia
  • Kemudian Allah memberikan sedikit ilmu ttg komunikasi, betapa bnyk org yg kaya karenanya & menjadi solusi persoalan2 manusia
  • Ilmu yg diberikan Allah itu msh sedikit, dan mereka sdh menuduh Allah tdk mampu menyediakan rezki yg cukup bg ciptaan-Nya!
  • Pdhal mereka bahkan blum sampai pd ilmu yg ada di zaman Nabi Sulaiman, dimana kargo dpt dipindahkan realtime spt SMS
  • Maha Suci Allah dari tuduhan keji mereka itu!
  • Padahal Allah memiliki cara sendiri untuk membagi2kan rezkinya kpd seluruh kehidupan yang diciptakan-Nya
  • Kesalahan mendasar barat inilah yg membuat peradaban mereka kini di ambang kehancuran
  • Dimana tdk ada lg suara tangis kehidupan baru di tengah mereka, dan yg ada hanya calon2 mayit.
  • Shifting of civilization (peralihan peradaban) dari peradaban barat ke timur (Islam)
  • bahwa kejayaan itu tidak permanent, sebagaimana masa kejatuhan yg tidak ABADI.
  • Inilah yg dimaksud dengan tadaawul -bukan tadawaanul- hadharaat) atau peralihan peradaban.
  • Kebangkrutan ekonomi yg kini dialami eropa hingga menimbulkan chaos di banyak Negara.
  • Sama sekali tidak terkait dgn terorisme yg mereka identikkan dengan Islam.
  • Tapi itu sebagai bukti bahwa sistim ekonomi mereka yg rapuh dan sarat kezaliman…
  • makin memperkaya kehidupan orang kaya, melahirkan masyarakat yg hidup dalam kemewahan
  • dimana segelintir dari mereka menguasai 80 hingga 90% uang yg beredar di tengah masyarakat tersebut.
  • Ketika kemewahan hidup terjadi di tengah masyarakat, maka pada saat yg Sama kezaliman Dan aniaya dirasakan sebagian lainnya
  • sedang kezaliman itu adalah kegelapan yg harus disingkirkan. Maka Rasul berkata, “Azh zhulmu, zhulumaat”.
  • Maka slah 1 tanda kruntuhn sbuah bangsa&prdabanya skaligus adlh,ketika kmewahn mnjadi budaya yg dpertontonkn msyarakat hedonis.
  • Inilah yg Allah firmankan, “wa idza aradnaa an nuhlika qaryatan amarna mutrafihaa…”

Mengelola Ketidaksetujuan Terhadap Hasil Syuro

Oleh Anis Matta*

RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro? Bagaimana "mengelola" ketidaksetujuan itu?

Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena, merupakan implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang menjadi ciri kehidupan majemuk.

Kita semua hadir dan berpartisipasi dalam dakwah ini dengan latar belakang sosial dan keluarga yang berbeda, tingkat pengetahuan yang berbeda, tingkat kematangan tarbawi yang berbeda. Walaupun proses tarbawi berusaha menyamakan cara berpikir kita sebagai dai dengan meletakkan manhaj dakwah yang jelas, namun dinamika personal, organisasi, dan lingkungan strategis dakwah tetap saja akan menyisakan celah bagi semua kemungkinan perbedaan.

Di sinilah kita memperoleh "pengalaman keikhlasan" yang baru. Tunduk dan patuh pada sesuatu yang tidak kita setujui. Dan, taat dalam keadaan terpaksa bukanlah pekerjaan mudah. Itulah cobaan keikhlasan yang paling berat di sepanjang jalan dakwah dan dalam keseluruhan pengalaman spiritual kita sebagai dai. Banyak yang berguguran dari jalan dakwah, salah satunya karena mereka gagal mengelola ketidaksetujuannya terhadap hasil syuro.

Jadi, apa yang harus kita lakukan seandainya suatu saat kita menjalani "pengalaman keikhlasan" seperti itu? Pertama, marilah kita bertanya kembali kepada diri kita, apakah pendapat kita telah terbentuk melalui suatu "upaya ilmiah" seperti kajian perenungan, pengalaman lapangan yang mendalam sehingga kita punya landasan yang kuat untuk mempertahankannya? Kita harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar "lintasan pikiran" yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung.

Seadainya pendapat kita hanya sekedar lintasan pikiran, sebaiknya hindari untuk berpendapat atau hanya untuk sekedar berbicara dalam syuro. Itu kebiasaan yang buruk dalam syuro. Namun, ngotot atas dasar lintasan pikiran adalah kebiasaan yang jauh lebih buruk. Alangkah menyedihkannya menyaksikan para duat yang ngotot mempertahankan pendapatnya tanpa landasan ilmiah yang kokoh.

Tapi, seandainya pendapat kita terbangun melalui proses ilmiah yang intens dan sistematis, mari kita belajar tawadhu. Karena, kaidah yang diwariskan para ulama kepada kita mengatakan, "Pendapat kita memang benar, tapi mungkin salah. Dan pendapat mereka memang salah, tapi mungkin benar."

Kedua, marilah kita bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri, apakah pendapat yang kita bela itu merupakan "kebenaran objektif" atau sebenarnya ada "obsesi jiwa" tertentu di dalam diri kita, yang kita sadari atau tidak kita sadari, mendorong kita untuk "ngotot"? Misalnya, ketika kita merasakan perbedaan pendapat sebagai suatu persaingan. Sehingga, ketika pendapat kita ditolak, kita merasakannya sebagai kekalahan. Jadi, yang kita bela adalah "obsesi jiwa" kita. Bukan kebenaran objektif, walaupun —karena faktor setan— kita mengatakannya demikian.

Bila yang kita bela memang obsesi jiwa, kita harus segera berhenti memenangkan gengsi dan hawa nafsu. Segera bertaubat kepada Allah swt. Sebab, itu adalah jebakan setan yang boleh jadi akan mengantar kita kepada pembangkangan dan kemaksiatan. Tapi, seandainya yang kita bela adalah kebenaran objektif dan yakin bahwa kita terbebas dari segala bentuk obsesi jiwa semacam itu, kita harus yakin, syuro pun membela hal yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah saw., "Umatku tidak akan pernah bersepakat atas suatu kesesatan." Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.
Ketiga, seandainya kita tetap percaya bahwa pendapat kita lebih benar dan pendapat umum yang kemudian menjadi keputusan syuro lebih lemah atau bahkan pilihan yang salah, hendaklah kita percaya mempertahankan kesatuan dan keutuhan shaff jamaah dakwah jauh lebih utama dan lebih penting dari pada sekadar memenangkan sebuah pendapat yang boleh jadi memang lebih benar.

Karena, berkah dan pertolongan hanya turun kepada jamaah yang bersatu padu dan utuh. Kesatuan dan keutuhan shaff jamaah bahkan jauh lebih penting dari kemenangan yang kita raih dalam peperangan. Jadi, seandainya kita kalah perang tapi tetap bersatu, itu jauh lebih baik daripada kita menang tapi kemudian bercerai berai. Persaudaraan adalah karunia Allah yang tidak tertandingi setelah iman kepada-Nya.

Seadainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah, dengan kesatuan dan keutuhan shaff dakwah, Allah swt. dengan mudah akan mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu. Bisa juga berupa mengubah jalan peristiwa kehidupan sehingga muncul situasi baru yang memungkinkan pilihan syuro itu ditinggalkan dengan cara yang logis, tepat waktu, dan tanpa resiko. Itulah hikmah Allah swt. sekaligus merupakan satu dari sekian banyak rahasia ilmu-Nya.

Dengan begitu, hati kita menjadi lapang menerima pilihan syuro karena hikmah tertentu yang mungkin hanya akan muncul setelah berlalunya waktu. Dan, alangkah tepatnya sang waktu mengajarkan kita panorama hikmah Ilahi di sepanjang pengalaman dakwah kita.

Keempat, sesungguhnya dalam ketidaksetujuan itu kita belajar tentang begitu banyak makna imaniyah: tentang makna keikhlasan yang tidak terbatas, tentang makna tajarrud dari semua hawa nafsu, tentang makna ukhuwwah dan persatuan, tentang makna tawadhu dan kerendahan hati, tentang cara menempatkan diri yang tepat dalam kehidupan berjamaah, tentang cara kita memandang diri kita dan orang lain secara tepat, tentang makna tradisi ilmiah yang kokoh dan kelapangan dada yang tidak terbatas, tentang makna keterbatasan ilmu kita di hadapan ilmu Allah swt yang tidak terbatas, tentang makna tsiqoh (kepercayaan) kepada jamaah.

Jangan pernah merasa lebih besar dari jamaah atau merasa lebih cerdas dari kebanyakan orang. Tapi, kita harus memperkokoh tradisi ilmiah kita. Memperkokoh tradisi pemikiran dan perenungan yang mendalam. Dan pada waktu yang sama, memperkuat daya tampung hati kita terhadap beban perbedaan, memperkokoh kelapangan dada kita, dan kerendahan hati terhadap begitu banyak ilmu dan rahasia serta hikmah Allah swt. yang mungkin belum tampak di depan kita atau tersembunyi di hari-hari yang akan datang.

Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah. Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau tidak. ***

*diambil dari buku Anis Matta: 'Menikmati Demokrasi' (cetakan 1, Juli 2002)

nb: Ustadz Anis memang seorang yang briliant, visioner. Jauh lama sebelum 'hiruk pikuk' prahara jama'ah seperti yang sekarang ini, beliau sudah memberi guide bagi jama'ah ini agar tetap eksis, kokoh dalam menghadapi 'segala kemungkinan yang bakal terjadi'. [admin]
 
© Copyright PKS Kabupaten Madiun 2012 | Designed by Abuarsyad.